SMPN 1 7B

SMPN 1 7B
7B LOGO

Sabtu, 24 September 2011

Pra-Sejarah IPS

JAMAN PRA-SEJARAH

ILMU BANTU

Jaman pra-sejarah atau jaman pra-aksara atau juga prehistori adalah jaman sebelum manusia mengenal tulisan. Jaman pra-sejarah juga disebut dengan nirleka, yang berarti jaman ketika tulisan belum ditemukan (Nir: tidak, leka: tulisan). Jaman pra-sejarah dimulai sejak manusia ada di muka bumi sampai dengan saat manusia mengenal tulisan.

Pembagian Zaman Praaksara

1. Berdasarkan Perkembangan Alam di Bumi (Geologi)

  • Archaikum/ Azoikum
    Berusia 2500 juta tahun yang lalu. Bumi masih berupa bola gas yang sangat panas, jadi
    belum ada anda-tanda kehidupan..
  • Palaeozoikum ( zaman primer)Berusia sekitar 340 juta tahun yang lalu. Suhu bumi sudah mulai menurun. Keadaan iklim belum stabil, curah hujan sangat tinggi dan banyak ditemukan daerah-daerah rawa. Di Bumi sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan di muka bumi diantaranya jenis mikroorganisme atau binatang bersel satu, jenis ikan di laut, reptil kecil, amfibi, lumut. Zaman ini disebut juga zaman primer atau zaman pertama karena sudah ada tanda-tanda kehidupan.
  • Mesozoikum (zaman sekunder)Berusia 140 juta tahun yang lalu. Iklim di bumi sudah mulai stabil, suhu bumi lebih dingin. Pada zaman ini muncul kehidupan binatang-binatang besar seperti dinosaurus, tiranosaurus, atlantosaurus, jenis burung, selain itu muncul juga jenis tumbuhan besar. Zaman ini disebut juga dengan zaman sekunder atau zaman kedua.
  • Neozoikum
    Berusia 60 juta tahun yang lalu. Zaman ini dibagi menjadi :
    1. Tertier ( zaman ketiga)Jenis binatang besar mulai punah, muncul jenis mamalia dan primata.
    2. Kwarter ( zaman keempat) Pada zaman ini mulai muncul jenis. Manusia purba. Zaman ini dibagi dua :       a) Zaman Dilluvium atau plestosen,Kurang lebih 600.000 tahun yang lalu. Zaman ini juga dikenal sebagai zaman es. Suhu bumi naik turun sehingga banyak daerah yang tergenangi oleh es. Jika suhu bumi naik es mencair sehingga banyak daerah yang tergenani air ( menjadi laut)b) Zaman Aluvium atau holosin Sekitar 20.000 tahun yang lalu. Pada zaman ini sudah berkembang jenis Homo Sapien.
Berakhirnya jaman pra-sejarah setiap bangsa tidak selalu sama kurun waktunya karena dipengaruhi oleh cepat lambatnya atau perkembangan bangsa yang bersangkutan dalam mengenal tulisan. Bangsa Indonesia baru meninggalkan jaman pra-sejarah sekitar tahun 400 M atau sekitar abad ke-5. Jaman pra-sejarah di Indonesia dimulai sejak adanya kehidupan di Indonesia sampai ditemukannya Ppeninggalan tertulis. Dengan demikian jaman pra-sejarah berakhir jika manusia sudah mulai mengenal tulisan.
Oleh karena jaman pra-sejarah tidak meninggalkan tulisan maka diperlukan beberapa ilmu bantu yang dapat digunakan untuk mengetahui jaman pra-sejarah sebagai berikut:

1. Paleoantropologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk manusia yang paling sederhana sampai manusia pada jaman sekarang.
2. Paleontologi, yaitu ilmu yang mempelajari sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu atau fosil.
3. Geologi, yaitu ilmu yang mempelajri lapisan-lapisan tanah.


Beberapa metode atau cara yang dapat digunakan untuk mengetahui usia peninggalan budaya yang dihasilkan pada jaman pra-sejarah, yaitu:
1. Tipologi, cara penentuan umur berdasarkan bentuk (tipe) benda peninggalan. Biasanya makin sederhana bentuk benda peninggalan, maka semakin tua pula umur benda itu.
2. Stratigrafi, cara menentukan umur relatif berdasarkan lapisan tanah tempat benda tersebut berasal. Lapisan yang paling bawah adalah yang umurnya paling tua, sedangkan lapisan atas adalah umurnya yang paling muda.
3. Kimiawi, cara penentuan umur berdasarkan unsur-unsur kimia yang terkandung dalam benda tersebut.

Sumber-sumber yang dapat di gunakan untuk mengetahui kehidupan manusia jaman pra-sejarah adalah:

1. Fosil
Fosil adalah sisa-sisa tumbuhan, hewan, maupun manusia yang telah membatu karena terpendam dalam lapisan tanah. Fosil manusia purba di temukan dengan cara menggali tanah, pada setiap lapisan tanah tersebut akan di temukan fosil-fosil dalam kondisi yang mempunyai ciri-ciri khusus. Fosil-fosil yang ditemukan para ahli dinamakan fosil pandu, sebab fosil yang ditemukan tersebut di gunakan untuk memberi petunjuk mengenai kehidupan manusia purba pada jaman pra-sejarah. Fosil pandu juga disebut dengan leit fosil.

Gambar: Fosil


















2. Kjokkenmodinger
Kjokkenmodinger atau sampah dapur adalah tumpukan kulit kerang yang menggunung atau membentuk bukit. Kjokkenmodinger ini banyak di temukan di muka di sepanjamg pantai timur pulau Sumatera.

3. Abris Sous Roches
Abris Sous Roches atau tempat perlindungan di bawah karang (gua karang) merupakan tempat tinggal yang digunakan manusia purba yang terdapat di tepi laut atau di daerah pegunungan kapur. Merupakan tempat tinggal yang bersifat sementara yang berbentuk gua. Banyak di temukan di Pacitan (Jawa Timur), Teluk Tiron (Papua), Pulau Seram (Maluku), dan Sulawesi Selatan. Penemuan gua karang tersebut di dasarkan pada bukti fosil manusia purba secara utuh ditemukan di gua karang dekat Pacitan.

4. Artefak
Artefak merupakan peralatan yang dibuat oleh manusia purba untuk membantu kelangsungan hidupnya. Alat-alat tersebut merupakan hasil kebudayaan manusia purba yang dapat menunjukkan bahwa manusia mempunyai kelebihan dari makhluk lainnya.


PEMBABAKAN JAMAN PRA-SEJARAH


Jaman Batu

1. Palaeolithikum (jaman batu tua)
Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan) dan manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah).
Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu:
  1. Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)
  2. Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis)
Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan)
Alatnya dari batu yang masih kasar yang berlangsung 40.000-8.000SM. Kehidupan ini tergantung dari alam, berburu, meramu (food gathering), mereka hidup berpindah (nomaden)
Hasil kebudayaan:

· Kebudayaan Pacitan yang berupa alat penetak (chopper), kapak perimbas (kapak tak bertangkai atau genggam). Pendukungnya Pithecantropus Erectus.
· Kebudayaan Ngandong yang berupa kapak genggam, batu kecil atau flakes, batu indah disebut chalsedon. Pendukungnya Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.

2. Mesolithikum (jaman batu tengah)
1. Ciri zaman Mesolithikum:
a. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
b. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.
c. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)
c. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
d. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
2. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:
a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)
b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
c. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche)
3. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua--Melanosoid

Alatnya dari batu yang sudah diasah, dihaluskan sebagian saja. Ditemukan gambar kapal yang diberi hiasan garis sejajar, ada gambar babi dan cap tangan berwarna merah, mereka hidup di bukit sampah (kyoken modinger) dan gua sampah (abris sous roche) yang ditemukan di Sumatera, pebble (kapak genggam) dan hache courte (kapak pendek) serta pipisan alat penggiling. Pendukungnya Homo Sapiens, hidup mulai menetap, mulai bercocok tanam dan mengenal kesenian.

3. Neolithikum (jaman batu baru)
Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
  1. Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
  2. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa,
  3. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,
  4. Pakaian dari kulit kayu
  5. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)
Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-Indocina)
Alatnya sudah dihaluskan seluruhnya. Hidup sudah menetap, sudah menghasilkan (food producing), alat yang dihasilkan kapak persegi (beliung persegi) ditemukan di Sumatera, Bali, Jawa, dan kapak lonjong yang ditemukan di Irian, Maluku, Sulawesi Utara, Tanimbar serta perhiasan dan pakaian dari kalit kayu.

Gambar: Peninggalan Neolithikum












Gambar: Kapak Lonjong
















4. Megalitikum (jaman batu besar)
Alatnya dibuat dari batu besar. Bangunan yang dibuat untuk menghormati roh nenek moyang. Bangunannya adalah:

1. Menhir











2. Dolmen











3. Keranda












4. Peti Kubur










5. Punden Berundak











6. Waruga kubur batu
7. Arca batu besar








Tabel : Ikhtisar Kebudayaan Megalithikum

Jaman Logam
Jaman logam (jaman perundagian) dalam mengolah logam khususnya. Jaman logam terdiri dari tembaga, perunggu dan besi. Tehnik pembuatan alatnya ada dua cara:
· Tehnik bivalve menggunakan barang cetakan.
· Tehnik a cire perdue dengan membuat model benda dari lilin, kemudian dibungkus dengan tanah liat kemudian di bakar.
Di Indonesia sendiri jaman logam dimulai pada masa jaman perunggu yang tersebar di Indonesia sejak 500 SM. Mereka sudah menyembah roh nenek moyang. Alat yang dihasilkan:

1. Nekara Perunggu
Gambar: Nekara dan Moko











2. Bejana Perunggu
Gambar: Bejana Perunggu













3. Kapak Perunggu
Gambar: Kapak Corong









Gambar: Salah satu jenis kapak corong yang disebut candrasa









4. Arca Perunggu
Gambar: Arca perunggu











4. Perhiasan Perunggu
Gambar: Aneka Ragam Perhiasan dari Perunggu











Manusia Purba Di Indonesia







1. Meganthropus Palaeojavanicus (manusia raksasa dari Jawa Kuno)Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus erectus) muncul pada Kala Plistosen. Manusia Modern yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen. Di temukan di Sangiran, Sala oleh Van Koeningswald tahun 1936. Tahun 1941 berupa tulang rahang bawah dan atas, geraham dan umurnya diperkirakan 1 atau 3 juta tahun yang lalu.

Gambar: Rahang kepala Homo Erectus










2. Pithecanthropus Erectus (manusia kera berjalan tegak)Ditemukan di Trinil, Ngawi oleh E. Dubois tahun 1890. Berupa tulang rahang atas tenggorak, geraham tulang kiri, otaknya 900 cc yang menurut para ahli disebut missing link artinya makhluk peralihan dari kera ke manusia.

Gambar:











3. Pithecantropus Robustus (manusia kera berahang besar)
Di temukan di Trinil, Ngawi oleh Von Koenigswald tahun 1939 dilapisan pletosin bawah.

4. Pithecantropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)Di temukan oleh Von Koeningswald tahun 1936 berupa tengkorak anak 5 tahun.

5. Homo Wajakensis (manusia dari Wajak Tulungagung)
Oleh E. Dubois tahun 1889, jenis ini sudah mampu membuat alat dari batu dan sudah mengenal memasak makanan, jenis ini serupa dengan tengkorak bangsa asli Australia.

6. Homo Soloensis (manusia dari Solo)
Di Ngandong, Ngawi oleh Von Koeningswald dan Weidenrigh 1931-1934 berupa 1 tengkorak.

7. Homo Sapiens (manusia cerdas)Volome otaknya lebih 900 cc.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar